Saturday, September 26, 2009

Tradisi Ketupat Lebaran & Cara Membuatnya



Filosofi Ketupat
Pertanyaan yang ada sekarang, kenapa menggunakan Ketupat? Bagi masyarakat Jawa, Ketupat memiliki arti tersendiri, selain dari nama dan bentuk, proses pembuatan Ketupat sendiri memiliki makna dan arti dalam kehidupan masyarakat Jawa.


Makna Nama
Ketupat dalam bahasa jawa biasa disebut kupat, dalam salah satu website, disebutkan bahwa adanya tradisi makan Ketupat di luar (setelah) hari Lebaran, yang biasanya dinamakan dengan hari Raya Ketupat, disebut sebagai tradisi Kupat Luar. Kupat ini berasal dari kata Pat atau Lepat (kesalahan) dan “Luar” yang berarti di luar, atau terbebas atau terlepas, dengan harapan bahwa orang yang memakan Ketupat akan kembali diingatkan bahwa mereka sudah terlepas dan terbebas dari kesalahan, sehingga masyarakat diharapkan akan saling memaafkan dan saling melebur dosa dengan simbolisasi tradisi kupat luar.


Di salah satu sumber lain, Ketupat berasal dari kerotoboso (atau bahasa singkatan) dari kata Ngaku Lepat yang berarti mengakui kesalahan. Tradisi Ketupat diharapkan akan membuat kita mau mengakui kesalahan kita sehingga membantu kita untuk memaafkan kesalahan orang lain juga. Sehingga, dosa yang ada akan saling terlebur.


Bentuk Ketupat
Pada umumnya, dikenal dua bentuk Ketupat, dan bentuk yang paling sering dikenal adalah bentuk Ketupat yang seperti pelajaran di SD dulu yaitu belah ketupat! Bentuk persegi seperti ini dapat diartikan di masyarakat Jawa sebagai perwujudan darikiblat papat lima pancer, dengan berbagi penjelasan dan berbagai cara memandang. Ada yang memaknai kiblat papat lima pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat. Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia, dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer: Tuhan yang Maha Esa.


Kiblat papat lima pancer ini dapat juga diartikan sebagai 4 macam nafsu manusia dalam tradisi jawa: amarah, aluamah, supiah, danmutmainah. Amarah adalah nafsu emosional, aluamah adalah nafsu untuk memuaskan rasa lapar, supiah adalah nafsu untuk memiliki sesuatu yang indah atau bagus, dan mutmainah adalah nafsu untuk memaksa diri. Keempat nafsu ini adalah empat hal yang kita taklukkan selama berpuasa, jadi dengan memakanKetupat, disimbolkan bahwa kita sudah mampu melawan dan menaklukkan hal ini.


Cara Pembuatan
Ketupat merupakan makanan dengan isi beras, berselongsong janur atau daun kelapa yang berwarna agak kekuningan. Salah satu cara mematangkan Ketupat adalah dengan merebusnya dalam santan, atau, jika Ketupat direbus dalam air biasa, akan dihidangkan bersama makanan bersantan


1. Janur kuning.
Janur kuning ini adalah lambang penolakan bala. Di Kraton Surakarta, ada salah satu aksesoris wajib yang harus dikenakan, dan berbentuk kain panjang berwarna kuning. Kain ini disebut samir. Samir ini merupakan penolak bala, nah, Janur kuning adalah simbol dari samir tersebut.


2. Beras.
Sebagai simbol kemakmuran, beras dianggap sebagai doa agar kita semua diberi kelimpahan kemakmuran setelah hari raya.


3. Santan.
Santan, atau dalam bahasa jawa santen, berima dengan katangapunten yang berarti memohon maaf. Salah satu pantun yang terkenal yang menyebut keberadaan Ketupat dan santan adalah:
Mangan kupat nganggo santen.
Menawi lepat, nyuwun pangapunten.
(Makan Ketupat pakai santan.
Bila ada kesalahan mohon dimaafkan.)


Tradisi Pembuatannya Ketupat dimulai dengan pembuatan selongsongnya. Selongsong ini dibuat biasanya mendekati lebaran, dan dibuat beramai-ramai, biasanya oleh para wanita dengan jari-jari yang terampil dan cekatan. Pembuatan yang beramai-ramai ini memeriahkan datangnya lebaran, dan menunjukkan keakraban di antara penduduk pada saat itu. Hal inilah yang membuat keberadaan Ketupat, selain sebagai makanan khas, juga sebagai pengikat antar penduduk karena adanya interaksi sosial antar penduduk yang ada.


Saat ini memang banyak tempat yang telah menyediakan ketupat jadi, dan beberapa orang memilih membeli jadi dengan alasan praktis. Namun apa salahnya kalau kita membuat sendiri. Selain bisa menghemat, kebersihan terjamin, cita rasa dapat disesuaikan dengan selera.


Bahan untuk merangkai:
1. Janur yang telah dibersihkan dan pilih yang berwarna kuning cerah.
2. Alat pemotong untuk memisahkan batang daun janur.
Cara merangkai Janur :
Bagi yang merasa mengalami masalah dalam merangkai janur menjadi ketupat, mungkin foto foto dibawah akan membantu anda:





Cara membuat ketupat :


1. Pilih beras yang bermutu baik, kemudian cuci hingga benar-benar bersih. Rendam beras selama 3 jam dengan air bersih. Angkat, tiriskan, campur sedikit dengan kapur sirih. Jika beras yang dicuci kurang bersih, ketupat akan mudah berbau dan tidak tahan lama.


2. Pilih pembungkus ketupat yang anyamannya teratur dan rapat agar isi ketupat padat dan tampak putih bersih.


3. Isi kulit ketupat dengan beras sampai 3/4 penuh.


4. Sewaktu direbus ketupat harus terendam dalam air mendidih. Jika air akan habis, segera tambah dengan air mendidih. Lama memasak ketupat sekitar 4 jam.


5. Setelah matang, angkat. Simpan ketupat sambil diangin-anginkan dengan cara digantungkan.



Selamat mencoba ......

Sumber : http://momenku.com


Share on :

9 komentar:

soff-tis said...

ehmm baru tahu arti filosofi di balik ketupat,mantab dah.semoga sukses selalu.

NURA said...

salam sobat
trms sudah diberi tahu caranya bikin ketupat

salam dari NURA di ALJUBAIL.S,A

Rizky2009 said...

wah sob.. kemaren aja aq belajar bikin ketupat g bisa sob.. nyerah aq ha.. ha... habisnya bikinnya juga kesusu, btw, tulungagung daerah mana sob, aq ngantru, salam kenal, tukeran link yuk mau ?

d tunggu coment dan folow baliknya

francisca said...

hahaha kretif juga ajarin buat ketupat thanks 4 sharing ...

Bisnis dan marketing said...

mantap...ketupat enaknya dimakan ma apa bro??

kalo ditempat gw biasanya ma opor ayam n soto daging

salam kenal, komentar balik di blog ane ya

Ocim said...

wah jadi begitu
baru mudeng saya

narti said...

makasih artikelnya, sangat bermanfaat nih.
tapi kalau lama gak praktek suka lupa...hehe...

Tomi Utomo said...

belajar bikin keupat yuukz,,
. thanks infonya..
tapi Aku masih blom bisa bikin..

nophie said...

Lebaran kemarin ga ada ketupat di rumah ku :(

Spada sibuk kerja...

Post a Comment

 
© Copyright Kopimanis | Blog News, Review dan Tutorials 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all